Persiapan Keuangan untuk Calon PMI: Rekening, BPJS, dan Rencana Tabungan
Sebelum berangkat kerja ke luar negeri, siapkan keuangan dengan benar. Panduan buka rekening, daftar BPJS, dan rencana tabungan untuk calon PMI.
Banyak PMI yang bekerja bertahun-tahun di luar negeri tapi pulang tanpa tabungan yang berarti. Bukan karena gajinya kecil, tapi karena tidak punya rencana keuangan sejak awal. Persiapan keuangan untuk calon PMI itu harus dimulai sebelum kamu berangkat — bukan setelah gajian pertama. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sekarang.
Buka Rekening Bank Sebelum Berangkat
Kalau kamu belum punya rekening bank, segera buka sebelum berangkat. Proses pembukaan rekening di Indonesia jauh lebih mudah dibanding di luar negeri — kamu cukup bawa KTP dan dokumen pendukung ke bank terdekat. Beberapa bank besar Indonesia bahkan punya layanan khusus untuk PMI.
Kenapa ini penting? Karena rekening inilah yang akan digunakan keluarga kamu untuk menerima kiriman uang dari luar negeri. Tanpa rekening, keluarga harus ambil uang secara tunai yang prosesnya lebih ribet dan biasanya lebih mahal.
Pilih bank yang punya jaringan luas sampai ke daerah tempat tinggal keluarga kamu. Bank-bank besar seperti BRI, BCA, BNI, dan Mandiri biasanya punya cabang dan ATM sampai ke kota-kota kecil. Kalau keluarga kamu lebih nyaman pakai e-wallet, pastikan mereka sudah punya dan aktif — DANA, GoPay, OVO, atau ShopeePay semuanya bisa dipakai untuk terima kiriman uang dari luar negeri.
Daftar BPJS Ketenagakerjaan
Ini bukan pilihan, tapi kewajiban. Setiap PMI wajib terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebelum berangkat. Iurannya dibayar sekali di awal dan memberikan perlindungan selama kurang lebih 31 bulan — mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Jangan anggap ini formalitas. Kalau (semoga tidak terjadi) kamu mengalami kecelakaan kerja di luar negeri, BPJS Ketenagakerjaan bisa memberikan bantuan biaya pengobatan, santunan cacat, bahkan biaya pemulangan. Untuk PMI, ini adalah jaring pengaman yang sangat penting. Simpan nomor kepesertaan kamu dan berikan juga ke keluarga.
Buat Rencana Keuangan Bersama Keluarga
Sebelum berangkat, duduk bareng keluarga dan bicarakan rencana keuangan. Ini mungkin terasa canggung, tapi sangat penting. Tentukan berapa persen dari gaji yang akan dikirim ke keluarga untuk kebutuhan sehari-hari, berapa yang ditabung untuk tujuan jangka panjang (beli rumah, modal usaha, pendidikan anak), dan berapa yang kamu simpan sendiri sebagai dana darurat pribadi.
Banyak PMI sukses menyarankan formula sederhana: kirim maksimal 50–60% untuk keluarga, tabung 30–40% untuk tujuan jangka panjang, dan sisakan 10% untuk kebutuhan pribadi kamu di luar negeri. Angka ini tentu bisa disesuaikan — yang penting ada kesepakatannya sejak awal.
Tetapkan Tujuan Keuangan yang Jelas
"Mau nabung" itu bukan tujuan. "Mau kumpulkan Rp200 juta dalam 3 tahun untuk modal usaha warung" — itu baru tujuan. Dengan tujuan yang spesifik, kamu punya motivasi yang jelas untuk disiplin mengelola uang. Tanpa tujuan, uang gaji yang besar pun bisa habis tanpa terasa.
Tulis tujuan keuangan kamu dan tempel di tempat yang bisa kamu lihat setiap hari. Ini terdengar sederhana, tapi banyak PMI yang bilang cara ini sangat membantu mereka tetap fokus.
Waspadai Jebakan Keuangan Sejak Awal
OJK sudah memperingatkan bahwa PMI sering menjadi sasaran investasi bodong dan penipuan keuangan — bahkan sejak di bandara saat pulang ke Indonesia. Dari sekarang, tanamkan prinsip ini: jangan pernah transfer uang ke siapapun untuk "investasi" yang menjanjikan untung besar dalam waktu singkat. Kalau mau investasi, pilih produk yang terdaftar dan diawasi OJK — seperti deposito atau reksa dana di bank resmi.
Juga hati-hati dengan pinjaman online ilegal. Kalau butuh pinjaman, pastikan pinjaman tersebut dari lembaga yang terdaftar di OJK. Cek di situs OJK atau hubungi hotline 157 sebelum meminjam.
Kesimpulan
Persiapan keuangan yang baik sebelum berangkat bisa jadi pembeda antara PMI yang pulang dengan tabungan dan PMI yang pulang tanpa apa-apa. Buka rekening, daftar BPJS, buat rencana keuangan bersama keluarga, dan tetapkan tujuan yang jelas. Uang yang kamu hasilkan dari kerja keras di luar negeri pantas dikelola dengan baik.
Kirim uang ke keluarga di Indonesia lebih mudah dan hemat dengan Yourpay.
Download aplikasi Yourpay sekarang →